Perusahaan Manufaktur

Kamis, 27 September 2012
Pernah dengar manufaktur? Perusahaan Dagang? Perusahaan Jasa? Yup, dalam akuntansi, kita mempelajari semua itu. Kalau saya pribadi, saya mulai belajar siklus perusahaan jasa, terus perusahaan dagang, akhirnya saat ini saya belajar siklus akuntansi Perusahaan Manufaktur :)

Nah, perbedaan dari ketiganya jelas terlihat. Kalau perusahaan jasa menawarkan jasa, kalau perusahaan dagang ya menjual barang dagangan. Terus Perusahaan Manufaktur?
Perusahaan Manufaktur sama-sama menjual produk tapi dalam perusahaan manufaktur memproduksi sendiri produk-produk yang akan dijual. Jadi, mulai dari pembelian bahan mentah/bahan baku - pemakaian - produk jadi - dijual.
Semua tahap-tahap tersebut ada prosedurnya. Prosesnya cukup panjang hehe.. atau bisa dibilang kompleks. Berikut ulasannya.... (ini awalan yang penting untuk dipahami lebih dulu, sebelum melanjutkan ke materi yang lebih kompleks)

Yang pertama adalah Biaya Produksi
Biaya produksi dibagi 2 : Biaya Produksi Langsung dan Biaya Produksi Tidak Langsung

BIAYA PRODUKSI LANGSUNG :
1. Biaya Bahan Langsung = bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dari produk. Atau bisa disebut Bahan Baku.
Misalkan, produksi meja dan kursi, bahan baku untuk produk tersebut adalah kayu.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung = upah karyawan yang karyawan tersebut secara langsung terlibat dalam proses produksi. Secara fisik berhubungan langsung dengan pembuatan produk.
Misalkan, seorang tukang yang terlibat dalam pembuatan meja dan kursi. Tukang tersebut secara langsung menangani proses produksi meja dan kursi. Atau tukang jahit yang menjahit baju.

BIAYA PRODUKSI TIDAK LANGSUNG :
1. Bahan Penolong = bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk namun penggunaannya hanya sebagian kecil saja. Atau tidak termasuk golongan Bahan Baku.
Misalkan, paku-paku kecil, lem atau bahan penolong/tambahan lainnya.

2. Tenaga Kerja Tidak Langsung = Upah karyawan/tenaga kerja yang tidak terlibat dalam pembuatan produk secara langsung. Jadi tenaga kerja tersebut tidak berhubungan langsung dalam proses produksi.
Misalkan, gaji bagian akuntan, gaji manajer produksi dll.

3. Biaya Produksi tidak langsung lainnya = contohnya biaya penyusutan mesin, biaya penyusutan gedung pabrik, biaya reparasi, biaya perawatan mesin, biaya pembangkit tenaga dll.





0 komentar:

Posting Komentar